15
Agu
08

Segitiga Cinta bukan Cinta Segitiga

Artikel ini bagus banget untuk jadi bahan renungan
setiap orang….
Apa pun status Anda saat ini…. menikah, cerai, belum
menikah,  ingin
menikah, pacaran menuju pernikahan, dalam
perselingkuhan, dan apa pun itu deh….

Ada banyak alasan orang untuk menikah. Ada yang bilang
bahwa pasangannya enak diajak bicara.
Ada yang bilang pasangannya sangat perhatian. Ada yang
bilang merasa aman dekat dengan pasangannya.
Ada yang bilang pasangannya macho atau sexy.
Ada yang bilang pasangannya pandai melucu.
Ada yang bilang pasangannya pandai memasak.
Ada yang bilang pasangannya pandai menyenangkan orang tua.

Pendek kata kebanyakan orang bilang dia COCOK dengan
pasangannya. Ada banyak alasan pula untuk bercerai. Ada yang bilang pasangannya judes, bila diajak bicara
cenderung emosional. Ada yang bilang pasangannya sangat memperhatikan pekerjaannya saja, lupa kepada orang-orang di rumah yang setia menunggu.

Ada yang bilang pasangannya sangat pendiam, tidak
dapat bertindak cepat dalam situasi darurat, sehingga
merasa kurang terlindungi.

Ada yang bilang pasangannya kurang menggairahkan.

  Ada yang bilang pasangannya gak nyambung kalau
bicara.

Ada yang bilang masakan pasangannya terlalu asin atau
terlalu manis.

Ada yang bilang pasangannya tidak dapat  mengambil
hati mertuanya.

Pendek kata kebanyakan orang bilang bahwa  dia TIDAK
COCOK LAGI dengan pasangannya.

Kebanyakan orang sebetulnya menikah dalam
ketidakcocokan. Bukan dalam
kecocokan. Dr. Paul Gunadi menyebut
kecocokan-kecocokan diatas sebagai
sebuah ilusi pernikahan. Dua orang yang pada waktu
pacaran merasa cocok
tidak akan serta merta berubah menjadi tidak cocok
setelah mereka menikah.

Ada hal-hal yang hilang setelah mereka menikah, yang
sebelumnya  mereka
pertahankan benar-benar selama pacaran. Sebagai
contoh, pada waktu pacaran
dua sejoli akan saling memperhatikan, saling
mendahulukan satu dengan yang
lain, saling menghargai, saling mencintai. Lalu apa
yang dapat menjadi
pengikat yang mampu terus  mempertahankan sebuah
pernikahan, bila
kecocokan-kecocokan itu tidak ada lagi? Jawabannya
adalah KOMITMEN.

Seorang kawan saya di Surabaya membuat sebuah
penelitian, perilaku
selingkuh kaum adam pada waktu mereka dinas luar kota
anak / isterinya.

Apa yang membuat pria-pria tersebut selingkuh tidak
perlu dijabarkan lagi.
Tetapi apa yang membuat pria-pria tersebut bertahan
untuk tidak
selingkuh? Jawaban dari penelitian tersebut sama
dengan diatas yaitu :

    KOMITMEN.

Hanya komitmen yang kuat mampu menahan gelombang
godaan dunia modern pada waktu seorang pria berada
jauh dari keluarganya. Begitu pula sebaliknya, pada
kasus
wanita yang berselingkuh.
Komitmen adalah sebagian dari cinta dalam definisi
seorang psikolog kenamaan bernama Sternberg. Dia
menyebutnya sebagai “triangular love” atau segitiga
cinta dimana
ketiga sudutnya berisi :

      Intimacy (keintiman), Passion (gairah) dan
Commitment (komitmen).

Sebuah cinta yang lengkap dalam sebuah rumah tangga
selayaknya memiliki ketiga hal diatas.

Intimacy atau keintiman adalah perasaan dekat, enak,
nyaman, ada ikatan satu dengan yang lainnya.

Passion atau gairah adalah perasaan romantis,
ketertarikan secara fisik dan seksual dan berbagai
macam perasaan hangat antar pasangan.

Commitment atau komitmen adalah sebuat keputusan final
bahwa seseorang akan mencintai pasangannya dan akan
terus memelihara cinta tersebut “until death
do us apart”.

Itulah segitiga cinta karya Sternberg yang cukup masuk
akal untuk dipelihara dalam kehidupan rumah tangga.
Bila sebuah relasi kehilangan salah satu atau lebih
dari 3

unsur diatas, maka relasi itu tidak dapat dikatakan
sebagai cinta yang lengkap dalam konteks hubungan
suami dan isteri, melainkan akan menjadi bentuk-bentuk
cinta

yang berbeda.

Sebagai contoh :

Bila sebuah relasi hanya berisi intimacy dan
commitment saja, maka relasi seperti ini biasa disebut
sebagai persahabatan.

Bila sebuah relasi hanya bersisi passion dan intimacy
saja tanpa commitment, maka ia biasa disebut sebagai
kumpul kebo.

Bila sebuah relasi hanya mengandung passion saja tanpa
intimacy dan commitment, maka ia biasa disebut sebagai
infatuation (tergila-gila)
      .
…. Nah, bagaimana bentuk cinta anda… ???

 

About these ads

0 Responses to “Segitiga Cinta bukan Cinta Segitiga”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: