05
Sep
07

Komentar mengenai Lagu anak anak

Lagu anak-anak yang populer ternyata mengandung kesalahan , dan menurunkan motivasi. Mari kita buktikan :

“Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya…merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru…meletus balon hijau, dorrrr!!!” Perhatikan warna-warna kelima balon tsb., kenapa tiba2 muncul warna hijau ? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5 ! —> bener juga!

“Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang… kalo berjalan prok..prok.. prok… aku seorang kapiten!” Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsis- tensi). Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)… kalo berjalan prok..prok.. prok..” nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi : “mempunyai pedang panjang… kalo berjalan ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek..” itu baru sesuai dg kondisi pedang panjangnya! <>

“Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..” Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu- buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!

“Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali.. kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara.. 2X” Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsen-trasi, semangat dan motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju2!

“Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung .. Surabaya .. bolehlah naik dengan naik percuma.. ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama” Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa maunya gratis melulu.Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya!

“Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul2 sepanjang hari dg tak jemu2.. mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li..li..li.. li..li..” Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit..! kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang, bukan burung!

“Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum susu..” Ini jelas lagu dewasa dan bkn untuk konsumsi anak2! karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!

Anak dikasih contoh lagu nina bobo nina bobo oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk menurut psikolog: jadi sekian tahun anak2 indonesia diajak tidur dgn lagu yg “mengancam

Bintang kecil dilangit yg biru… Bintang khan adanya malem,lah kalo malem bukannya langit item?

Ibu kita Kartini…harum namanya. Namanya Kartini atau Harum?

Pada hari minggu..naik delman istimewa kududuk di muka. Nah,gak sopan khan..

Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita… kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam emang mo bikin sumur?

My Comment: Tanpa bermaksud menghina penciptanya, kita memang mudah mencari kesalahan orang lain daripada melihat kesalahan sendiri. Pada saat kita menghayati, menyanyikan dan menikmati lagu, kita seolah larut didalamnya. Power of music bisa menghipnotis penikmat lagu sehingga dapat merasakan apa yang dirasakan penciptanya, akibatnya otak kita dapat menirunya tanpa sadar. Oleh karena itu sebaiknya pencipta lagu menciptakan lagu yangbisa membangkitkan motivasi seperti lagu : “Maju Tak Gentar” Mantaaap kaaan!

Begitupula kalau kita menilai lagu pop akhir2 ini misalnya:

  1. Kekasih Gelapku-Ungu
  2. Buaya Darat-Ratu
  3. Sephia-Sheila on Seven
  4. Jadikan Aku yang Kedua-Astrid
  5. Ketahuan-Mata Band
  6. dll

Walaaaaah kayanya kesetiaan dah ga pentiiing lagi kaliii yah…Kayanya jadi budaya nih lama lama. Aku rasa someday bakalan ada lagu Indonesia bertemakan sex. Apa udah ada yah??? Gimana kalo ada anak keciiil yang denger nih?????


3 Responses to “Komentar mengenai Lagu anak anak”


  1. 1 elindasari
    September 7, 2007 pukul 12:49 am

    I ya benar ta…

    Bintang juga agak khawatir…tentang tema, lirik, dll…apalagi engenai musik akhir-akhir ini…krn Bintang punya 2 pangeran cilik yang tidak setiap saat bisa bintang temani….

    Tapi bintang tetap optimis…mudah-mudahan keadaaan seperti ini hanya trend sesaat, dan segera berganti dgn yang lebih baik…semoga….

    Ayo dong teman-teman musisi, penyair, seniman, dll buat yang kreatif dan inovatif but tetap dijalur yang positif dong utk segala lapisan umur dan kalangan….

    Salam,
    Bintang

  2. 2 jedliem
    September 11, 2007 pukul 6:48 am

    Bintang di langit…….bla3x…kayak lagu anak-anak juga…
    Kalo kurang suka lagunya diedit aja trus dikirimin ke Kak Seto…

  3. 3 Leila
    Agustus 1, 2008 pukul 10:10 am

    Cuma numpang lewat…
    Buat yang nulis Blog, sebaiknya dilihat lagi ya syair lagu yang sebenarnya. Kita harus menghargai para pencipta lagu anak2 zaman dahulu atas dedikasinya yang tinggi terhadap dunia anak🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: