16
Des
07

Lonely

Dunia itu pintu gerbang, Ke seribu gurun bisu dan dingin“ Demikianlah bunyi kalimat bait ketiga dari sajak Friedrich Nietzsche berjudul “Kesepian” dan kalau direnungkan ini Problem utama dari kebanyakan orang di dunia ini ialah kesepian.

Apakah Anda mengetahui kebanyakan orang yg dtg kepada para pembimbing agama mereka, karena mereka mempunyai problem kesepian atau tidak mendapatkan kasih sayang maupun penghargaan? Apakah Anda mengetahui bahwa lebih dari 70% orang bunuh diri, karena merasa kesepian? Rasa kesepian dapat membuat orang jadi depresif, sehingga akhirnya mereka terjerumus jadi pecandu alkohol, maupun drugs. Kesepian (lonely) bukannya berarti seorang diri (alone), sebab di dlm dunia yg penuh hiruk pikuk dan hingar bingar sekalipun, ternyata banyak sekali orang yg merasa kesepian, padahal seharian penuh, kita menerima puluhan email, maupun SMS, tetapi kenyataannya ini semua tidak dapat mengusir rasa kesepian. Disamping itu kebanyakan dari kita sudah memiliki HP jadi sebenarnya rasa kesepian itu tidak harus ada, walaupun demikian banyak orang yg merasa kesepian, merasa ditinggal sendirian, haus akan rasa kasih, rasa kehilangan dsb-nya. Menurut psikolog, rasa kesepian itu berasal dari dalam hati. Sehingga lingkungan kerja yg sibuk dan teman2 di sekelilingnya sekalipun, tidak akan mampu mengusir rasa sepi. Di kota2 besar, rasa kesepian ini banyak melanda para wanita karier dan profesional muda. Meskipun mereka memiliki aktivitas yg cukup padat dan setiap hari selalu bertemu dengan banyak orang, ada perasaan sunyi di sudut hatinya. Rasa kesepian tidak bisa dihilangkan dgn uang. Rasa kesepian bisa saja timbul, walaupun kita sudah memiliki pasangan hidup, keluarga, pekerjaan maupun memiliki banyak sahabat. Bahkan Ratu Belanda – Beatrix sendiri pernah mengungkapkan bahwa ciri jabatan dari seorang Ratu adalah „Kesepian namun tidak pernah sendiri“. Kesepian itu bukannya, karena tidak ada orang disekitar kita, tetapi di dalam hati maupun perasaan kita merasa se-akan2 mereka tidak membutuhkan mau memperhatikan kita lagi. Tiap orang membutuhkan atensi maupun kasih sayang! Tetapi yang paling mengerikan adalah saat kita justru kesepian ketika kita bersama orang yg kita cintai, tetapi sayangnya kita tak bisa ‘menyentuh’nya, karena ia sedang sibuk entah dgn acara TV maupun hobi/pekerjaannya. Kesepian adalah salah satu bentuk kesedihan. Kata kesepian itu berasal dari akar kata “sepi” yg dlm kamus sering di definisikan sebagai “tanpa teman, tersisih … sendirian. Sedangkan kata sifat “sendirian” berarti “Merasa tersisih, karena tidak ada yg menemani”. Kesepian sering kali memanifestasikan diri dlm bentuk rasa sakit, rasa hampa, dan efek samping yg lebih gawat lagi ialah sering kali berbentuk depresi yg mendalam sampaikan menyebabkan bunuh diri. Dan apakah Anda tahu bahwa kesepian itu bisa jadi pemicu potensial penyebab penyakit jantung koroner ataupun kanker. Suatu penelitian bahkan pernah mengatakan bahwa pada tahun pertama setelah ditinggal mati oleh orang yg kita kasihi, maka risiko faktor angka kematian akan meningkat tujuh kali lipat jauh lebih tinggi. Sang Pencipta menciptakan dunia dan alam semesta ini dlm keadaan sempurna, tetapi kenyataannya masih saja ada yg kurang dan yg “tidak baik” ialah “rasa kesepian”. Oleh sebab itulah problem kesepian itu adalah problem dunia dan problem manusia yg pertama yg diatasi oleh Allah. Filsuf Jerman, Nietzsche, melukiskannya begini “Kurangnya cinta terhadap diri sendiri menyebabkan kesepian sehingga menjadi penjara yg paling berat bagi manusia”. Dan kuncinya hanya bisa dibuka dari dalam ialah oleh diri kita sendiri. Setiap orang yg merasa kesepian harus berani mengambil keputusan: “Apakah saya mau membayar harga untuk mengubah situasi kehidupan saya ini?

Pertama dgn belajar mengasihi orang lain terlebih dahulu dan berhenti menaruh belas kasihan terhadap diri sendiri. Kasih itu seperti gema, pasti ia akan balik kembali ! Disamping itu bukankah kita diajarkan untuk saling mengasihi sesama kita, tetapi sayangnya banyak manusia mempunyai pandangan seperti yg dianut oleh punjangga besar Rusia – Dostoyevsky, dimana ia mengutarakan: „Saya mengasihi umat manusia secara keseluruhan, tetapi saya membenci manusia secara perorangan“, dlm hal ini ia mempunyai pandangan yg sama seperti juga yg ditulis oleh Jean-Paul Sartre dlm bukunya “Neraka adalah orang lain.” (L’enfer, c’est les autres).

From: Email


1 Response to “Lonely”


  1. Januari 16, 2008 pukul 11:28 am

    Hehehe Metta…
    Sedih amat oi…lonely nich…
    Enjoy Ta…masih ada aku, Jedliem, Jajank Echo, Chichi Lina ama Mamas Ketot…
    Dunia ini lebar dan indah…jangan lonely dong ???
    Mari kita semarakan dengan celoteh2 yang nakal hehehe !!!!

    Best Regard,
    Bintang
    http://elindasari.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: