22
Jul
08

Singleness

Kejadian 2 : 18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik,kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
King James Version : And the LORD God said, It is not good that the man should be alone; I will make him an help meet for him.Jika manusia seorang diri / Alone : Tuhan katakan itu “Tidak Baik”. Seorang diri = alone /sendirian, bukan single. Manusia yang Alone artinya : sendiri saja, eksklusif, terisolasi, menyendiri, tersendiri, tidak ada teman. Ini adalah kondisi yang tidak baik.

Mengapa TIDAK BAIK jika manusia seorang diri saja ??

1. Karena KASIH. Sifat dasar dari kasih dalai MEMBERI, to give. God is Love, jadi supaya Tuhan bisa mengasihi maka Tuhan menciptakan manusia agar Tuhan
bisa mencurahkan kasihNya.

 2. Karena untuk memperoleh keturunan, maka harus berpasangan dengan lawan jenisnya.

 3. Karena talenta dan kemampuan kita tidak dapat dikembangan sendirian saja. Tetapi untuk mengembangkan Karakter, diperlukan orang lain! Betul khan? You see guys? It’s not good for a man to be alone(sendiri, eksklusif, menyendiri, tidak berteman)

But it’s good to be SINGLE !

SINGLE artinya: tunggal, whole, utuh, complete,terpisah, unik (English Dictionary), whole, unique,undivided. Tuhan tidak bilang : It’s not good to besingle, tapi yang Dia bilang : It’s not good to be alone. Adam = adalah pribadi yang Single, artinya complete, utuh, sempurna. Dikatakan “Allah melihat segala yang dijadikanNya itu sungguh amat baik”. Ini berarti Adam adalalah pribadi yang utuh, single, complete, and nothing wrong with Adam as his person. Tidak pernah dikatakan bahwa Adam sibuk mencari pasangan untuk mengisi kekosongan jiwanya. Tidak !! Yang tercatat adalah : Adam mengusahakan dan memelihara Taman Eden, sendirian ‘bo ! Termasuk kerjaan yang mahaberat, yaitu memberi nama segala mahkluk hidup yang ada di bumi. Begitu sibuknya dia,sampai Adam enggak sadar kalo dia perlu teman.Tuhanlah yang bilang, bahwa “It’s not good for a man  to be alone”. Adam sibuk, concern dgn pekerjaannya sehingga dia tidak merasa membutuhkan teman. Inisiatif berpasangan, justru datangnya dari Tuhan. Perhatiin deh, pada saat Adam setia menjalankan panggilannya,  maka Tuhan kasih bonus yaitu Pasangan Hidup. Nah,temen2 dah pada setia belom nihh? Hehe… Ayo kita setia, maka yang terbaik pasti Tuhan sediakan buat kita.

Waktu Tuhan menciptakan Hawa, wanita diciptakan BUKAN untuk membuat Adam menjadi complete. Why? Krn Adam sudah complete sejak sebelum dia ketemu wanita. Tujuan penciptaan wanita, sebagai penolong bagi Adam. The Lord said, “I’m going to make him a helper”.Ilustrasi nya gini : Untuk mengangkat meja sendirian,bisa dilakukan. Tetapi dengan adanya penolong, maka akan membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah,right?Sekalipun saat itu Adam masih sendirian (alone),tetapi dia tidak merasa kesepian. Temen2 perlu ingat bahwa alone, belum tentu kesepian / lonely. Adam memang tidak kesepian krn ada Tuhan di situ, tetapi jelas bahwa Tuhan bilang “it’s not good for a man to be alone”.

Guys, Kapan kita tahu bahwa kita siap untuk menerima pasangan?
Yaitu pada saat kita merasa tidak membutuhkan pasangan, karena disitulah kita merasa Complete. Adam telah membuktikannya. Hawa datang bukan pada saat dia sedang sibuk sana-sini mencari pasangan. Tuhan memberikan pasangan, justru pada saat Adam ada dalam kondisi terbaik, saat sedang complete, utuh, single dan menikmati panggilannya. Singleness, adalah suatu tahapan yang harus dicapai oleh setiap orang yang akan menikah.Hanya orang yang SINGLE, utuh – complete – matang -unik – secure – aman, hanya Single person yang siap masuk ke dalam arena pernikahan. Sebab pernikahan seharusnya terjadi antara two single persons, antara laki-laki yang utuh dan wanita yang utuh. Tetapi seringkali faktanya, pernikahan terjadi antara dua orang yang saling tidak utuh, yang saling mencari keutuhan dari diri pasangannya masing-masing.
 Ilustrasinya gini : Ada dua gelas berisi air yang tidak penuh, diibaratkan sebagai seorang individu.Pada masa pra nikah, seringkali seseorang berkata”ohh…, kekasih saya adalah orang yang bisa memenuhi hidup saya” atau “bersama dengan kekasih saya, hidup saya menjadi utuh / complete”. Faktanya adalah :setelah yang gelas yang satu mengisi gelas yang lain,apa yang terjadi? Maka salah satu dari gelas itu akan menjadi kosong!

Temen2, pernikahan tidak akan menjadi baik kalau ternyata kita mendapatkan orang yang tidak single /tidak complete / tidak utuh. Perbuatan yang salah,jika kita mencari seseorang yang bisa mengisi kekosongan dalam hati kita. Bahkan, beberapa diantara kita mungkin udah mulai mencari-cari orang lain yangbisa mengisi kekosongan dirinya, sejak dari kecil…!! SMP mungkin?

 Matius 22 :39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Yesus berkata, supaya kita bisa mengasihi sesama kita baik itu pasangan kita, isteri/suami kita, maka kita harus bisa mengasihi diri sendiri. Tidak bisa mengasihi dirimu sendiri = tentu tidak bisa mengasihi sesamamu manusia. Perlu dicatat bahwa mengasihi diri sendiri: bukan berarti selfish, self center, atau egois, melainkan menjadi utuh, complete, dan Single!!

 

Lantas bagaimana caranya mengasihi dirimu sendiri :

 1. Mengenal diri kita sendiri. Do you know who you are ? Do you know why you are in God? Do you know why you are here? Do you know your identity?Yesus adalah pribadi yang mengetahui siapa diriNya,sehingga Dia bisa mengasihi orang lain. (Yoh 14:6,10:9, 10:11, 6:35, 8:12, 11:25)

 2. Menerima diri kita, apa adanya artinya kita memiliki gambar diri yang telah dipulihkan dalam Kristus.Pernikahan yang tidak baik ialah dua individu yang tidak bisa mengasihi diri sendiri, tidak mengenaldirinya sendiri, tidak bisa menerima dirinya sendiri,tetapi berusaha untuk saling mengasihi.

Beberapa relationship pra nikah atau malah pernikahan,sebetulnya “mengosongkan” diri kita, atau “dries you up”, atau membuat kondisi kita menjadi kering, yaitu pada saat pasangan kita berusaha memenuhi kekosongan dirinya. Jika pasangan kita sedikit-sedikit telpon kita dan bilang, “Knapa sih elo gak telp gue?”, atausedikit-sedikit “Knapa sih elo ga perhatiin gue?”,atau “Kenapa sih elo enggak seperti yang lain?”Sesungguhnya, kalau kita Single (complete, utuh,whole), maka kita tidak segitu butuhnya diperhatiin,
karena kita bisa mengasihi diri sendiri dan siap mengasihi orang lain. Yesus adalah pribadi yang tahu persis siapa dirinya, apa tujuan hidupnya, dan kenapa Dia ada di muka bumi ini. (Yohanes 8:14)

 


0 Responses to “Singleness”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: