23
Jul
08

Cukup itu Berapa

?Bacaan: I Timotius 6:6-19

Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.- 1 Timotius 6:8

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air
itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga
banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya
seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru
akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”. Seketika si
petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan
hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu.
Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan
disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi
semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya.
Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun
emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir
hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya
karena dia tak pernah bisa berkata cukup

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah
kata “cukup”. Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai
merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih
dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami
berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang
tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah
kita bisa berkata cukup?
Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan
kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa
mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup
bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. “Cukup” jangan
diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri.
Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita
terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan
manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan
diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan
menjadi manusia yang berbahagia.
Belajarlah untuk berkata “Cukup”

(TMS)

» Renungan ini diambil dari Renungan Harian Spirit


0 Responses to “Cukup itu Berapa”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: