15
Agu
08

Perempuan & pensiun

WANITA BANGET..

kenapa perempuan harus menyiapkan dana
pensiun???
(a really good thought from Safir Senduk)

1. Umur Perempuan Biasanya Lebih Panjang.
Sebuah survei menunjukkan bahwa umur
perempuan biasanya lebih panjang daripada pria.
Ini juga akan terjadi pada kamu, para perempuan.
Semakin lama Kamu hidup, semakin besar jumlah
Dana Pensiun yang harus kamu persiapkan untuk
bisa membiayai pension. Sayangnya, sering sekali
perempuan yang harus merelakan uang pensiunnya
menyusut karena dipakai untuk membayar Biaya
Kesehatan suami mereka yang menurut survei
memiliki umur yang lebih pendek daripada
perempuan.

2. Rata-rata Penghasilan Perempuan Lebih Kecil.
Dalam sebuah perusahaan, posisi manajemen
biasanya memiliki gaji yang lebih tinggi daripada
posisi staf yang ada di bawahnya. Ini wajar terjadi.
Sekarang pertanyaannya, siapa yang lebih banyak
menduduki posisi manajemen? Jawabannya: pria.
Posisi direktur, misalnya, sampai saat ini masih
lebih banyak didominasi oleh pria. Begitu juga
dengan berbagai posisi lain dalam struktur
manajemen dari sebuah perusahaan.
Itu di dunia kerja. Dalam dunia bisnis, seorang
perempuan biasanya biasanya lho, ya lebih takut
untuk mengambil risiko berbisnis, dibanding pria.
Otomatis, pria biasanya lebih memiliki potensi
untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar
daripada perempuan, karena mereka lebih berani
mengambil risiko. Tetapi seorang perempuan,
biasanya akan lebih senang kalau berada di dalam
sebuah posisi yang secure (baca: memberikan gaji
tetap). Sehingga otomatis, kenaikan gaji mereka
betul-betul didasarkan pada aturan di perusahaan
itu. Beda dengan mereka yang berani menjalankan
usaha sendiri, sehingga bisa memiliki kemungkinan
untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar.
Dan hal itu biasanya dimiliki pria, bukan perempuan.

3. Perempuan Lebih Sering Berhenti Kerja.
Betul, perempuan lebih sering masuk dan berhenti
kerja daripada pria. Banyak alasannya. Salah
satunya adalah kalau mereka melahirkan, atau
ketika ingin membesarkan anak mereka dulu
selama 2-3 tahun. Otomatis, mereka akan
mengambil cuti, dan tidak bekerja. Sehingga,
kesempatan mereka untuk bisa menyalip rekannya
yang lain untuk bisa mendapatkan posisi yang lebih
tinggi menjadi tertunda. Posisi yang tertunda,
berarti tertunda juga kesempatan untuk
mendapatkan gaji yang lebih tinggi. Bisa
dibayangkan kalau seorang perempuan melahirkan
anak sampai empat kali.

4. Perempuan Lebih Sering Gonta-ganti Kerja.
Karena lebih sering berhenti kerja, perempuan
biasanya jadi lebih sering gonta-ganti lapangan
pekerjaan dibanding pria. Seorang perempuan
yang berhenti dari pekerjaannya karena
melahirkan, misalnya, biasanya belum tentu mau
kembali bekerja lagi di perusahaan yang sama
setelah ia mengasuh anaknya selama dua tiga
tahun. Jangankan perempuan yang sudah menikah
dan punya anak, sekarang saja saya mengenal
seorang perempuan single yang masih berumur 26
tahun, tetapi sudah pindah pekerjaan sampai 4-5
kali. Bagaimana nanti kalau dia sudah menikah?
Bisa-bisa jumlahnya lebih banyak lagi. pindah kerja
daripada mereka yang di posisi manajemen.

5. Peraturan yang Merugikan Perempuan.
Banyak perusahaan di Indonesia yang masih
memberikan upah yang berbeda bagi pria dan
perempuan yang menduduki posisi yang sama. Ini
mungkin didasarkan pada pertimbangan bahwa
prialah yang menanggung biaya hidup keluarga,
sehingga wajar saja kalau pria menerima upah
yang lebih besar. Tetapi akibatnya, dengan jumlah
upah yang lebih kecil, biasanya akan menyulitkan
perempuan untuk bisa menabung dalam jumlah
yang lebih besar untuk persiapan pensiunnya.

6. Sering Harus Mengalah apabila Suami Pindah
Kerja.
Selama ini, apabila seorang suami harus direlokasi
(pindah lokasi kerja) ke kota lain, maka istrinyalah
yang sering mengalah, misalnya dengan cara
berhenti dari pekerjaannya. Berbeda dengan
apabila si istri yang harus pindah, maka jarang
sekali kita mendengar suaminya mau mengalah
dengan mengorbankan pekerjaannya. Ini wajar
terjadi, mengingat si prialah yang biasanya
menanggung biaya hidup keluarga. Namun
demikian, hal ini jelas membuat kemungkinan
perempuan untuk berhenti kerja, atau ganti
pekerjaan baru menjadi lebih besar. Ini berarti,
kesempatan mereka untuk mendapatkan
penghasilan yang lebih besar menjadi tertunda,
sehingga kesempatan mereka untuk menabung
dengan jumlah yang lebih besar menjadi berkurang.

Nah, dari tulisan di atas, dapat disimpulkan bahwa
perempuan memiliki lebih banyak ‘halangan’ ketika
ia masih bekerja. Padahal, umur perempuan
biasanya lebih panjang daripada pria sehingga
perempuan memerlukan lebih banyak uang untuk
pensiunnya kelak. Karena itu, kita, perempuan,
perlu menaruh perhatian yang jauh lebih besar
terhadap persiapan pensiun dibanding pada pria.


0 Responses to “Perempuan & pensiun”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: